Hafisz Tohir Nilai, DPR Sukses Selenggarakan P20

Oktober 07, 2022

[Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI Achmad Hafisz Tohir. Foto: Andri]

 

Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI Achmad Hafisz Tohir menilai gelaran The 8th G20 Parliamentary Speaker’s Summit (P20), dimana DPR RI sebagai tuan rumah penyelenggara, berlangsung sukses. Menurutnya, yang terpenting dari perhelatan ini adalah antusiasme yang baik yang ditunjukkan oleh para delegasi.

 

"Saya melihat sepanjang acara itu, kalau kita kasih ukuran sukses acara dari segi even pengadaanya ini sangat berhasil. P20 ini dihadiri oleh seluruh parlemen negara G20. Itu menunjukan bahwa mereka mengartikan pertemuan ini sebagai sesuatu yang penting," papar Hafisz kepada Parlementaria di ruang kerjanya, Nusantara III, Senayan, Jakarta, Jumat (7/10/2022).

 

Politisi Fraksi PAN ini menyampaikan bahwa Senator Ketua Urusan Luar Negeri Amerika Serikat menyempatkan hadir di tengah kesibukanya yang akan mengikuti pemilu sela dalam waktu kedepan. "Artinya kepentingan-kepentingan negara G20 di dalam forum ini, membuat bobot pertemuan ini menjadi sangat ditunggu oleh masyarakat. Baik masyarakat 20 pemerintahan tersebut, maupun masyarakat dunia," jelas Hafisz.

 

Dia mengatakan, P20 ini merupakan kumpulan atau engagement dari G20 yang merupakan 80 persen penggerak ekonomi dunia. Sehingga keputusan yang lahir dari parlemen 20 ini juga akan mengelaborasikan 80 persen kebijakan ekonomi di dunia. "Maka itu, ini menjadi penting," tegas Hafisz.

 

Ada pun secara kualitas, dia menjabarkan pertemuan ini, sudah mencoba untuk menghindari perseteruan antara blok Uni Eropa dengan Blok Rusia. Namun pada kenyataanya semakin hari semakin memanas. Terahir dengan hadirnya delegasi Rusia yang cukup besar, Ukraina juga cukup besar, membuat kubu kedua belah pihak itu semakin bersemangat untuk mencari pembenaran dalam P20 ini.

 

"Kita sebagai host-nya, kita sebagai presidensinya tidak boleh terlibat dalam kepentingan-kepentingan dua belah pihak. Kita boleh terlibat untuk kepentingan bangsa dan negara, tetapi untuk kepentingan pihak-pihak, ini yang kita hindari," pungkas Hafisz. (ssb/es)